Empu Palman, Komunitas Musik Bambu

MPU PALMAN adalah nama komunitas musik yang alat-alat musiknya semua berbahan dari bambu. Dengan mengusung tembang - tembang macapat gaya pesisiran dan cukup banyak tembang ciptaan sendiri yang bernuansa etnis jawa, Mpu Palman sudah cukup lama eksis dan berkarya serta menggelar karyanya bukan hanya seputran wilayah jepara, namun sudah merambah ke daerah - daerah lain, seperti Semarang, Kudus, Pati, Magelang, dll.

 Keunikan alat musiknya yang semua dari bambu memang menjadikan Mpu palman sebagai satu-satunya kelompok musik bambu di Kabupaten Jepara. Apalagi dengan keberanian untuk mengaransemen tembang - tembang macapat yang dibawakan dengan model pesisiran, membuat kelompok musik ini memiliki ciri khas tersendiri. 

Macapat Gaya Pesisiran adalah tembang - tembang macapat yang biasanya dibawakan dengan lemah lembut,  diaransemen ulang menjadi ritme dinamis dengan tempo cenderung lebih cepat. Bahkan karena lahir dan tumbuh di wilayah pesisir yang lekat dengan irama koplo, maka musiknya mpu palman pun mau gak mau juga terpengaruh dan agak ngoplo juga.

Awalnya pada bulan April 2006 di desa Pelang Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara Komunitas ini di bentuk oleh Ramatyan Sarjono (Pak.John), Arifin Sulaiman (Pincuk Sulay) dan Faizarohman (Ateng Ais) dengan dukungan dari pemuda desa Pelang.dan beberapa alumni teater PEACE SMA N 1 Tahunan, yang kebetulan setelah lulus SMA tidak atau belum melanjutkan kuliah dan belum disibukkan dengan pekerjaan.

Dalam peerkembangaanya seperti halnya dinamika kehidupan sebuah kelompok, keberadaan personil sebagai pendukung eksistensi Mpu Palman pun mengalami perubahan - perubahan, seiring dengan basecamp yang juga berpindah dari desa Pelang kemudian ke desa Krasak Kecamatan Pecangaan hingga saat ini di desa Langon Kec.Tahunan.

Personil atau  "Warga” Mpu Palman yang aktif saat ini selain Ramatyan Sarjono, adalah Solikul Muhammad, Yudi Yusmansyah, Furiyanto, Albert Hermanto, Erma Khikmatul L, Eris Azharin dan Kustam Ekajalu setelah sebelumnya pernah juga bergabung diantaranya Wiwin Winahyu, Nung Vero, Kaokab, Aris Febrianto, dan masih cukup banyak yang belum tersebutkan. (*)

 

comments